4 Penyebab Penyakit Batu Empedu yang Sering Diabaikan
Penyakit batu empedu kerap kali tidak disadari penderitanya. Pasalnya, gejalanya kerap disalahartikan sebagai kram dan asam lambung. Karena itu, Anda perlu cegah dengan mengetahui penyebab penyakit batu empedu. Namun, jika kondisi sudah parah dan membesar, maka tindakan laparoskopi batu empedu sangat diperlukan.
Anda pun bisa mendapatkan layanan tindakan ini di Rumah Sakit St. Carolus. Lewat prosedur dan saran dokter profesional, tindakan operasi bisa berjalan lancar tanpa komplikasi. Dokter juga dapat meresepkan obat dan memberikan rekomendasi pola makan terbaik demi kesembuhan Anda.
4 Penyebab Penyakit Batu Empedu
Menilik dari National Library of Medicine, penyakit batu empedu merupakan endapan kristal (berbentuk batu) yang terbentuk di saluran empedu. Kristal-kristal ini akhirnya mengganggu kinerja empedu. Nah, berikut ini adalah beberapa pemicunya.
1. Kadar Kolesterol Tinggi
Tingginya kadar kolesterol adalah penyebab utama terjadinya penyakit ini. Pada dasarnya, kerja empedu adalah untuk melarutkan kolesterol. Namun, ketika kadar kolesterol dalam tubuh terlalu tinggi dan tidak lagi bisa dilarutkan, maka kolesterol tersebut akan mengkristal dan membentuk batu di dalam empedu.
Kondisi ini bisa terjadi ketika Anda memiliki pola makan yang buruk. Misalnya, sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh atau mengonsumsi makanan cepat saji.
2. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Tak banyak yang tahu bahwa, obesitas merupakan salah satu penyebab penyakit batu empedu. Pada orang dengan obesitas, kadar kolesterol dalam empedu cenderung tinggi. Tak hanya itu, kinerja empedu juga lebih lambat, sehingga cairannya mudah mengendap dan membentuk kristal.
Itulah mengapa menjaga berat badan ideal dan memiliki pola hidup sehat sangat penting. Bukan hanya untuk penampilan, namun demi kesehatan organ tubuh.
3. Jarang Berolahraga dan Gaya Hidup Santai
Tahukah Anda, kerap bermalas-malasan dan memiliki gaya hidup santai juga bisa berkontribusi terhadap pembentukan batu di empedu? Terlebih gaya hidup masa kini yang sangat didukung oleh berbagai kemudahan teknologi.
Padahal, jarang bergerak bisa membuat metabolisme tubuh menjadi lambat dan empedu tidak bisa bekerja optimal. Jika empedu tidak bekerja optimal, maka cairan yang dibuat menjadi sedikit dan menimbulkan endapan yang lama-lama mengeras.
4. Perubahan Berat Badan yang Drastis
Menurunkan berat badan agar lebih ideal memang bagus, namun jika perubahan yang Anda lakukan terlalu drastis, ternyata bisa memicu terjadinya pembentukan batu empedu. Ini karena ketika terjadi penurunan berat badan yang drastis, hati akan melepaskan banyak kolesterol di empedu.
Akhirnya, cairan empedu tidak seimbang. Jadi, jika Anda sedang menjalani program diet, ada baiknya dilakukan dengan sehat dan bertahap.
Sudah Tahu Apa Penyebab Penyakit Batu Empedu?
Batu empedu merupakan penyakit yang tidak boleh Anda anggap remeh. Dengan mengetahui penyebab penyakit batu empedu, Anda pun sudah selangkah lebih awal untuk pencegahanya. Namun, bagaimana jika batu empedu sudah terlanjur terbentuk dan menimbulkan keluhan serius?
Inilah di mana tindakan medis sangat diperlukan. Salah satu metode yang kini banyak dipilih adalah laparoskopi batu empedu, yaitu operasi pengangkatan batu empedu dengan teknik sayatan minimal. Proses bedah ini dilakukan dengan kamera kecil dan peralatan khusus, sehingga batu bisa diangkat tanpa membuat sayatan besar.
Metode ini pun tersedia di Rumah Sakit RS St. Carolus yang memiliki fasilitas modern dan tenaga medis berpengalaman. Jadi, jangan menunggu gejala makin parah dan periksakan diri ke St. Carolus agar bisa mendapat penanganan tepat!
Referensi:
https://www.rspondokindah.co.id/id/news/tangani-batu-empedu-dengan-tepat
https://www.alodokter.com/batu-empedu/penyebab
